Koan ( dibacakan ko’an) adalah cerita, dialog, pertanyaan atau pernyataan dalam sejarah dan tradisi buddhisme Zen. Koan umumnya mengandung aspek-aspek yang tidak terjangkau oleh pemahaman rasional, namun bisa terjangkau oleh intuisi. Sebuah koan yang terkenal adalah “Dua tangan bertepuk, terdengarlah suatu bunyi; apakah bunyi tepukan satu tangan?”.
Koan berasal dari ungkapan dan karya para bijak dan tokoh- tokoh legendars, biasanya meraka yang berwenang mengajar dalam silsilah yang mengakui bodhidharma ( abad ke-5 sampai ke-6) sebagai sesepuh mereka. Konon koan mencerminkan keadaan tercerahkan tokoh-tokoh tersebut.
Kata koan berkenaan dengan aksara cina yang dapat diturunkan dalam berbagai cara : kung-an (cina), gong’an (korea), cong-an (vietnam), dan Zen (barat). Semuanya ada kemiripan, demikian pula koan memainkan peranan senada dalam setiap tradisi sekalipun ada perbedaan budaya.
Ini adalah kumpulan 101 koan Zen dari abad ke-19 sampai awal abad ke-20 dan yang ditulis pada abad ke-13 oleh Muju, guru Zen dari jepang. Ini di transkripkan oleh Paul Reps dan Nyogen Senzaki.
Zen dapat dilebur dalam kehidupan siapa saja, telepas dari agama yang dianutnya. Koan-koan ini akan mengubah cara pandang kita terhadap dunia dan akan menyampaikan sesuatu kepad mereka yang mau menyimaknya.
Filed under: 101 koan Zen | Tinggalkan sebuah Komentar »